Bahaya Gadget untuk Anak, Terutama Balita

Menulis topik ini sebenarnya seperti menambah jerami di dalam tumpukan jerami. Sudah pasti tidak akan muncul di halaman pertama Mesin Pencari, Google. Tetapi karena memang benar ada bahaya gadget untuk anak, makanya saya menulis ini dengan mengutip beberapa sumber teratas di Google.

Menjadi tantangan tersendiri untuk wanita, karena mau tidak mau kita dipaksa untuk kreatif dalam mengajar dan membimbing anak. Tanpa kita melihat faktor Bunda kerja atau tidak, memberikan gadget kepada anak, terutama balita akan sangat berbahaya.

Beberapa ahli masih berpendapat bahwa pemberian gadget dengan tepat akan memberikan dampak yang bagus untuk anak. Oleh karena itu tak sedikit orang tua, bahkan baby sitter memberikan konten-konten edukasi kepada balita. Padahal dampak jangka panjang ikut menyertai keputusan tersebut.

Alasan-alasan dari Sisi Teknologi

Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi memang sangat cepat, rapid. Tetapi dengan perkembangan tersebut, akan terjadi banyak penyesuaian untuk kita sebagai pengguna. Pengguna dewasa saja butuh penyesuaian dengan perangkat keras hingga lunak, apalagi untuk balita dan anak-anak yang masih belajar dari pola.

Alasan yang positif, untuk edukasi bukan satu alasan yang tepat untuk memberikan atau membiasakan anak dengan gadget. Pada usia-usia yang bisa dibilang subur, untuk diberikan ajaran serta peraturan-peraturan yang akan memberikan dampak positif untuk hidupnya kelak. Di dalam sebuah tulisan, terdapat 4 tahapan, yang disarankan oleh Baginda Rasulullah. Adapun tahapan tersebut adalah:

  • Umur anak 0-6  tahun;
  • Umur anak 7-14 tahun;
  • Umur anak 15-21 tahun;
  • Umur 21 tahun ke atas.

Perlu ditekankan bahwa tahapan pertama sangat renta untuk mendidik karakter dasar sang anak. Berdasarkan ulasan, bahwa tahap pertama tersebut sebagai orang tua diharapkan presensi, atau kehadiran nyata, bukan disubsidi ataupun disubstitusi dengan gadget.

Dear parents, they want your hugs rather your high-end device. They want your voice rather than Barney’s. 

Mungkin akan ada satu masa di mana teknologi AI sudah murah dan gampang dimiliki, hingga saat itu tiba, perlu diminimalisir penggunaan gadget untuk anak maupun didepan anak.

Alasan dari Sisi Kesehatan

Di dalam artikel dari theAsianParent, jurnalweb, SolusiSehatku sepakat bahwa kebiasaan memberikan gadget kepada anak akan menyebabkan obesitas. Ini masih bisa diperdebatkan, tetapi jika mayoritas dari populasi mengatakan ini sangat mungkin terjadi, maka perlu dikaji bahwa kebiasaan menggunakan gadget yang menyebabkan obesitas, bukan makanannya.

Selain itu kesehatan mata anak bermasalah, bisa jadi karena radiasi dari gadget, bisa jadi karena padu padan warna di dalam aplikasi edukasi tersebut kurang nyaman untuk mata si anak. Padahal perkembangan visi anak tidak secepat dan sesolid warna yang ada di aplikasi. Alih-alih memanjakan anak, malah kita menyiksa anak.

 

~will be updated

Reply

error: If I were you, I won\'t try it.
%d bloggers like this: