Berlian itu Mahal

Sebenarnya saya sedang menulis tentang Wisuda. Sudah seminggu saya resmi memegang gelar M.T.I, tetapi rasanya tidak ada yang istimewa. Dari dulu saya sangat percaya bahwa berlian itu mahal, dan tidak semua orang mampu untuk memilikinya. Dari wisuda hingga berlian, memangnya apa hubungannya sih?

Terus terang, hubungannya sih nggak ada. Mungkin kalau mau implikasi bahwa wanita yang sudah mencapai umur 25 tahun, harus disegerakan untuk menikah. Jika mengambil frasa tersebut, maka terciptalah hubungan tersebut.

Berlian itu Mahal, jangan disentuh

Sebenarnya ini sangat cocok untuk diumpamakan ke wanita. Wanita itu penuh dengan kesucian yang harus dijaga. Tetapi di masa sekarang ini, ya pandai-pandai saja menjaga… karena jika wanita tersebut tahu harganya, maka ia tidak akan mengobral dirinya.

Saya masih ingat dengan metode hubungan saya yang terdahulu. Sering menggunakan klausal, ‘Seandainya’. Hal penting yang saya pelajari adalah, jatuh cintalah kamu dengan dia pada saat ini, bukan masa depan, atau ‘seandainya’ tadi.

Siapa sih berlian kali ini? Untuk yang cukup mengenal saya, pasti tau bahwa ini tidaklah arti denotatif dan berlian, melainkan perumpamaan. Menjalani hidup di tahun ke 25 tentunya tidak sedikit mengalami fase seperti ini, bisa baca tentang MeaKer, Wolfie, atau yang lainnya. Hingga tahun ke-25 ini, saya berkesimpulan bahwa mereka adalah muse. Apa itu muse?

Setelah berkeliaran di google, ternyata muse itu artinya perenungan. Well, ya tidak salah juga kalau mereka saya anggap demikian. MeaKer dengan dinamika hidup hingga pembelajarannya. Wolfie dengan benteng-benteng yang diciptakannya. Mereka adalah bagian dari hidup saya, meskipun saya bukan milik mereka. Karena ada diri MeaKer di dalam diri saya, ada sifat Wolfie di dalam sifat saya.

Berlian itu Mahal, ada kelasnya

Kali ini saya tidak bisa memberikan nama seperti MeaKer atau Wolfie, karena saya sendiri belum berkomunikasi dengan orang ini. Baknya seorang selebriti, ia dikagumi oleh banyak orang, dari yang ia kenali hingga tidak. Profil dari Berlian satu ini bisa dilihat di sini. Melihat blognya, juga dapat dipahami bahwa orang ini menulis untuk menuangkan inspirasi yang ia temukan, bukan sebuah prosa-prosa yang manis untuk memukau orang.

Cobalah kalian telisik siapa orang ini, kalian akan kagum, baknya Fahri dari Ayat-Ayat Cinta. Mungkin orang ini adalah wujud nyata Fahri yang hanya sebuah fiksi dari Kang Abik. Tidak heran jika banyak wanita yang menaruh hati padanya, hingga hati itu hancur karena sikapnya yang berpegang teguh pada agamanya, mengincar akhirat.

Jujur saja, saya tidak dapat bercerita banyak tentang orang ini. Namun, sebagai sebuah refleksi, dapat saya utarakan bahwa siapa yang tidak mau memiliki berlian yang indah di tangan maupun lehernya? Namun, siapa yang sanggup untuk membelinya dan pantas untuk mengenakannya?

Awal Mula ada istilah Berlian

Awalnya memang konyol, sekonyol rasa malu yang saya miliki ketika saya salah ngomong kepada orang ini langsung. Hidup sebagai anak magang di salah satu organisasi, untuk ini saya akan buat post khusus, memang pelik. Permagangan yang tidak dibayar sepeserpun, kecuali ikutan makan, abisin sifut (sisa-sisa makanan), air minum tak terbatas serta lainnya. Waktu itu hari Rabu, ketika ada acara perpisahan resmi (yang dihadiri oleh management).

Setelah makanan tersebut hampir lenyap, saya melihat Will dan Maman sedang asik berbincang, mengenai wanita. Oops, really! Terus karena saya ganggu, akhirnya pertanyaan tak terelakkan menghampiri…

Menurut Fanta, yang paling ganteng/cakep di sini siapa?

Saya yang jera untuk membentuk perasaan yang penuh dengan halusinasi, serta adanya Faizan membuat saya mantap untuk tidak melirik ke kanan dan kiri. Saya menjawab, sebenarnya tidak ada, namun kalaupun ada (ini tanpa melihat status, single, married atau sejenisnya) paling pemiliki akun gabelgetho. Pandangan pertama memang berkesan, setidaknya dengan orang ini.

Maman berkilah hingga mengumpamakan dirinya seorang wanita. ‘Aku kalau jadi cewe, mau loh sama orang ini (ref: Berlian)’

Man, please… I have worst experience with him, sayapun mbatin. Diapun melanjutkan ‘Orangnya baik, pintar, ngemong pula.’

Iya. Man. Iya… berarti dia pria idaman banget kan? Kenapa dia belum nikah Man?

Berlian itu Mahal, Fanta tak sanggup

Ya jujur saja. Memang benar apa yang dibilang oleh Maman. Orang ini memang sangat mantap untuk dijadikan pasangan, terlebih suami. Tetapi ya… Orang yang IPKnya 3.94 dengan seorang Fanta yang lulus S2 aja IPKnya 3.01 ini bagaikan langit dan bumi. Ndak akan bisa nyatu hingga kapanpun.

Belum lagi sebagai almamater Durham, aduh, kayaknya udah beda kelas… Karena itu saya tidak berani untuk memulai, bahkan memupuk rasa. Meskipun ia adalah tokoh yang paling diinginkan oleh wanita belahan manapun…

Because I know my value, and I can foresee his, thus, it will be just another weep story from me. 

Reply

error: If I were you, I won\'t try it.
%d bloggers like this: