Coklat.

Coklat.

Benar-benar kata yang sangat membuat saya kaget. Bukan bermaksud sebenarnya, tapi coklat itu memiliki kisah tersendiri pada saya. Sedikit fakta, sebenarnya saya alergi coklat. Terlihat dengan jelas ketika saya masih kecil, saya pantang meminum susu yang berwarna coklat, dan tentunya dicampurkan dengan coklat.

Oh iya, coklat ini langsung menghubungkan memori ingatan saya dengan seseorang. Seseorang yang tidak asing lagi bagi kalian semua, itu jika kalian membaca setiap uraian kata saya. Sedikit flash back, coklat itu saya beli waktu hari Rabu, ketika malam-malam saya kelaparan dan ingin makan bersama yang lain, tapi saya bingung, karena saya harus pulang jauh, dan jika saya ikut makan bersama, maka tidak ada jalan bagi saya, saya harus pulang sendiri, jalan kaki.

Rencananya coklat itu mau saya makan malam itu, saya takut malam itu saya menjadi galau dan butuh penyemangat. Dan jika saya tidak salah, katanya coklat itu bisa mendorong mood. Namun saya lupa, karena ternyata ada media lain yang bisa saya gunakan malam itu, tidak lain adalah twitter.

Coklat yang sedikit itu saya bawa ke kampus keesokan harinya. Saya saja sampai lupa bahwa saya membawa coklat. Sore itu akan ada rapat, atau bisa dikatakan masukan ide dari Advisor, dan saya datang ke sekre BNEC, di mana saya menganggap bahwa itu adalah rumah kedua, di jakarta.

Setelah itu, tidak tau mengapa sekre cepat banget tutupnya, mungkin saja karena tidak ada latihan debat, belum menunjukkan jam tujuh malam, biasanya saya bisa sampai jam sebelas di sana. Sepi, saya hanya menjalankan perintah, well, itu bukan perintah, hanya sebuah amanah dari salah seorang teman.

Saya rasa saya sudah membuat cerita itu di postingan yang lalu, yang intinya saya memberi anak manusia tersebut sepotong coklat, dan dia memakannya. Itu membuat saya senang, jujur saja, bagaimana tidak, orang yang kita cinta dan sayangi menerima pemberian kita dengan senyuman.

Yang jelas saya bilang ke dia bahwa coklat itu membangkitkan mood, dari pada makan yang biasanya membuat kita mengantuk. Well, sabtu, di saat saya berada di kelas Aljabar Linear, dengan dosen saya yang pintar, saya tidak bisa menyembunyikan telepon genggam saya, mungkin itu karena  itu adalah main power untuk saya, saya sering mengantuk di dalam kelas jika alat itu dijauhkan dari saya. Dan… oke, saya memberanikan diri untuk sms dia,,,

Saya : Hari ini lo jagan stand LO kan?

uV: Yo in lg d bus bs. Bobby dh nyampe?

Saya : Kaga tau gw, gw lagi di kelas aljabar linear. Itu di grup ribut.

uV : Hah grup apa? Wkwk ribut knp

saya : Grup bb. Yang jaga stand… Katanya ga ada yang jaga.

uV : Wkoko gw br bngun brusn lgsg mndi makan siap2

saya : Tumben bangunnya siang. Ngapain aja lo?

uV : Lg skit neh, flu am psing wkwk

saya : Makan coklat. It helps you a lot. *efek harry potter*

Wew, ini bisa dikatakan sebuah movement yang besar. Karena jujur, saya sering ga ada ide untuk memulai percakapan. Apa lagi dengan dia. Well, saya dengan isengnya ke stand LO di lantai 5 kampus anggrek. Yang itu saya dari kampus kijang. Ops, saya mengganti tema di hp saya, soalnya saya menggunakan foto-foto dia sebagai wallpaper, bisa bahaya kalau ketahuan.

Dan, ternyata tindakan saya benar. Dia iseng banget mau melihat wallpaper hp saya. Untuk yang satu ini saya harus bersyukur dan berterima kasih kepada tuhan.

Hari ini… well, saya cukup kaget waktu melihat dia datang rapat. Saya pikir dia pulang ke Gading. Dan dia terlihat lesu gimana gitu, jujurnya, itu membuat saya super duper galau, saya ingin menyamperi dia, tapi saya takut menjadi gosip. Makanya saya duduk manis di tempat saya, di samping si Project Manager of the2011seo. Walaupun sesekali saya mencuri-pandang untuk melihat dia, untuk memastikan dia baik-baik saja.

Ternyata rapat itu memakan waktu lama, itu hanya updates. Sebenarnya seusai rapat saya harus rapat lagi dengan divisi Quality Control. *maaf ya Grace kalo gw kabur.* Tapi karena si abang cakep tanya saya pulang apa enggak, ya saya jawab pulang. Dan kita makan dulu, well… saya bisa lebih dekat dari dia, dan dia mengajak saya untuk makan di lain waktu, di tempat yang berbeda… Aaa~ terlalu indah untuk dilupakan.

Di perjalanan pulang, dia bicara soal coklat lagi… saya mau menambahkan beberapa sih,

“Efek psikologis yang terjadi saat menikmati cokelat dikarenakan titik leleh lemak kokoa ini terletak sedikit di bawah suhu normal tubuh manusia. Sebagai ilustrasi, bila anda memakan sepotong cokelat, lemak dari cokelat tersebut akan lumer di dalam mulut. Lumernya lemak kokoa menimbulkan rasa lembut yang khas dimulut, riset terakhir dari BBC mengindikasikan bahwa lelehnya cokelat didalam mulut meningkatkan aktivitas otak dan debaran jantung yang lebih kuat daripada aktivitas yang dihasilkan dari ciuman mulut ke mulut, dan juga akan terasa empat kali lebih lama bahkan setelah aktivitas ini berhenti. ”

Dan untuk menguatkan case saya,

“Cokelat mengandung alkaloid-alkaloid seperti teobromin, fenetilamina, dan anandamida, yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh. Kandungan-kandungan ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak. Menurut ilmuwan cokelat yang dimakan dalam jumlah normal secara teratur dapat menurunkan tekanan darah [6] . Cokelat hitam akhir-akhir ini banyak mendapatkan promosi karena menguntungkan kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, termasuk kandungan anti oksidannya yang dapat mengurangi pembentukan radikal bebas dalam tubuh.”

~ S E K I A N ~

Reply

error: If I were you, I won\'t try it.
%d bloggers like this: