Eulogy to my Friend

Eulogy to my Friend

I can’t resist to not write this up. Like I am being haunted by disbelief. I just want to write an eulogy for my friend, maybe not closest, but she was the one who helped me when I got an accident hand-in-hand with her back in 2004.

Remain text will be in Indonesian, because I want the others can read and know what is this about.

An Eulogy for a Friend

Eulogy untuk Ella
Eulogy dari Inno

Namanya Sheila Fadzilla, lahir tanggal 5 Desember 1992. Rumahnya dekat dengan rumahku. Dia adalah teman pertamaku yang mengundang ke rumahnya. Baik itu rumah tetap, ataupun kontrakan, karena rumahnya lagi di renovasi. Latihan nari di rumah Ella, latihan drama di rumah Ella. Cerita-cerita di rumah Ella. Aktivitas-aktivitas itu memang terjadi hanya dalam 1 tahun pendidikan. 2004-2005.
Eulogy ini tercipta karena aku tidak sempat menemuinya untuk yang terakhir kalinya. Kata Inno, Ella ini orang baik. Setidaknya itu adalah eulogy yang dibuat Inno di instagramnya.
Sheila kuliah di Universitas Padjajaran, jurusan ilmu komunikasi. Sempat kerja di Jakarta, namun pada masa itu aku tidak sempat bersua dengan teman lama ini. Sudah beberapa bulan ini Ella kembali ke Pekanbaru dan berusaha berhijab, meskipun belum sempurna.
Kami sekolah di sekolah yang sama selama 6 tahun, hanya saja dalam 6 tahun tersebut, selama 2 tahun-lah kami sekelas. Tahun 2007/2008, Ella mendapat kabar bahwa Papanya sudah pergi, di Timur Tengah sana. Tinggallah mereka bertiga beranak, adiknya masih kecil saat itu.

What she done in My Life

Mungkin jika dia hanya sekedar teman sekelas atau kolega, aku tidak akan membuat eulogy seperti ini. Ketika malam yang panjang menemani orang-orang yang sedang terlelap, aku terkenang-kenang memori bersama Ella.
4 Oktober 2004. Ella dan aku berpegangan tangan ketika menyebrang di jalan Sudirman, dari Perpustakaan Daerah menuju Bank Riau. Aku ditabrak oleh mobil pick-up, tidak sadarkan diri. Ella terduduk di jalanan. Syok dan kaget. Namun dialah yang membawaku ke RSUD Pekanbaru, sekarang RSUD Arifin Ahmad. I owe a life to you, Ella.
Tanpa Ella, mungkin bisa saja aku yang pergi duluan. Manusia memang hanya bisa berencana ya. Ella akan dimakamkan hari ini, tanggal 14 Oktober 2017. 13 tahun sudah kita berteman, it’s half of our age, Ella. Meskipun aku tidak berada dideretan teman-teman yang lain, yang masih terus berkomunikasi serta mengambil swafoto bersama, tetapi Ella memiliki posisi yang spesial di hati ini.

Ella Duluan Ya

eulogy for ella
Snapgram Agnes

Aku mendapat kabar tentang kepergianmu dari teman SMP kita, La. Dia memang selalu menjaga hubungannya denganku. Malam itu, dia kirim snapgram dari Agnes. Di dalamnya berisi informasi bahwa Ella udah gak sakit. Aku gak percaya, La. Ella kan gak sakit. Tapi ternyata Ella korban kecelakaan lalu lintas.
Malam itu aku baca semua chat yang masuk, meskipun hanya dari Gizka dan Agnes yang benar-benar memberikan informasi, dari RS yang dirujuk, hingga ucapan, ‘Ella udah duluan, mohon doanya teman.’ dari Agnes.
Ella sayang, Ella pasti bahagia di sana ya. Bersama papa lagi, sudah 10 tahun kan Ella ga ketemu papa. Tidak ada yang bisa aku lakukan selain mengirim doa untukmu Ella. Insha Allah, Mama dan Ivan kuat La. Mama Ella adalah wanita super kuat dan ikhlas. Ella jangan sedih ya, Ella sekarang sudah sama Papa.

2 Replies to “Eulogy to my Friend”

    1. Iya.
      Faktanya agak ngilu sih, aku kecelakaan 4 Oktober 2004.
      Dia kecelakaan 13 Oktober 2017.
      Kadang kalo nginget ya, sedih aja gitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: If I were you, I won\'t try it.