Fail Joke, it is

Fail Joke, it is

Seingat gue, dari tahun 2013 hingga sekarang, bulan April adalah bulan yang paling gue benci. Alasannya banyak, mulai dari MeaKer yang sudah pacaran (sekarang udah jadi bininya). Hingga keputus-asaan gue terhadap hidup. Gue gak tau kenapa, seperti ada kutukan di bulan April. Tapi semuga tahun ini tidak terjadi lagi. Yeah, I know, it is a fail joke.

Menunggu Fajar

Ngga sih, gue gak menunggu seseorang yang bernama Fajar, maupun menunggu matahari terbit. Gue menggunakan idiom itu untuk memberikan pesan tersirat bahwa golden hour gue ada di jam-jam menjelang pagi seperti sekarang ini.

Padahal tadi gue baru post review Baar Baar Dekho, dan rasanya agak aneh untuk menulis kembali. Tetapi ide yang muncul tidak dapat didiamkan, karena ide ini bukan ide yang terencana, atau memiliki rencana terhadapnya. Ide yang muncul sekarang adalah sebuah ide mengenai kenapa nama Laras menjadi momok untuk gue. Gue tidak sengaja melihat twitter, tweet yang gue pinned adalah tentang waktu, cinta dan kehidupan.

Iya, betul sekali. Itu adalah sebuah tulisan yang lebih banyak curhatnya dibanding dengan kisah inspiratif. Begitupun dengan ini, akan banyak curhatnya, dibanding penjelasan tentang suatu momentum. Setelah seharian gue gak tidur, dan hari Sabtu gue bangun dari jam 5 pagi, kali ini gue masih segar dan belum mengantuk. Ideas and time could be blend nicely, tho.

Failure

fail joke
Anjali-Rahul-Tina and to Anjali, back to square one.

Gue gak tau kenapa gue terlalu bersemangat jatuh cinta, dan merasakan sakitnya. Mungkin untuk pertama kali memang sakit, tetapi selanjutnya pasti tidak sesakit yang pertama. Yeah, I know it sound fishy. But it’s not what you think.

Gue masih ingat kapan gue menanti kabar dari seseorang, meski hanya sebuah pesan berisi ‘hai’ atau ‘aku mau cerita’. Gue juga masih ingat bahwa gue pernah menjalani tidur hanya 3 jam sehari, hanya karena jatuh cinta. I think that’s I call love. I can stay awake for such long time just for him.

That was a memory. Itu hanya masa lalu yang tidak bagus untuk diulas kembali. Gue sungguh malas kalau nantinya ada pesan yang masuk ke Instagram gue seperti yang gue pernah tulis di sini. Gue gak tau sih apakah cemburu itu wajar, gue pernah merasakan cemburu, tetapi semua cemburu yang gue rasain itu tidak wajar. Misalnya, gue cemburu terhadap pacar orang. Tsk, tak bermoral.

Saral. Arti nama Laras itu sangatlah indah. Dikutip dari laman http://cariarti.com/nama/L/ bahwa arti nama dia itu harmoni, mempesona, lurus, lurus, meresap, nyanyian merdu, seimbang, harmonis. Gue sadar, apalah arti dari Annisa… hanya sekedar wanita. Bahkan salah seorang pernah membuat lelucon, ‘Gue gak habis pikir kenapa nama lo Annisa, udah jelas lo itu cewe. Sama aja kayak nama Putri.’

No, I don’t resent my parent for that. Mereka membuat nama tersemat doa di dalamnya. Ya kalaupun kenyataannya nama gue gak begitu appealing untuk dipanggil interview. Gue percaya ada yang namanya ‘your calling‘. Maybe being a worker is not my calling. #teehee

Fail Joke

Terus terang, semenjak si laki yang udah nikah itu berbahagia meski harus menjalani LDR untuk beberapa bulan. Gue tidak pernah mengganggu ataupun bermimpi yang macam-macam, gue percaya bahwa semua ini sudah direncanakan oleh Tuhan. Lagi pula, bahagianya dia itu karena gue yang minta. Ya Alhamdulillah aja gitu doa gue dikabulin. Ternyata memang benar, kalau berdoa, orangnya jangan sampe tau. I did, my prayer was full of his wellness and wellbeing, and he got himself a doctor for a wife.

Namanya ya udah pada taulah ya. Udah gue sebutin di atas. Sebenarnya gue gak ada masalah dengan dia, negur gue karena gue komen di Instagram lakinya aja gue selow, cuman gue laporin aja sih ke lakinya. Karena gue gak mau masalah itu berlarut-larut. Gue juga gak mau tetap dianggap masih ada rasa sama lakinya. I know him for 15 years, For Godsake. And yet nothing happened, in a serious way, of course.

Baby. Let me tell you one thing. You’re the one he said in his promise in front of your parents. You’re the one who bear his beautiful daughter. You’re the one that he swear upon God. You’re the life, to him. Why you even bother with someone like me, whom nothing? But if he had a feeling for me and he hadn’t say it, it is out of my reach.

Ya mungkin dia gak tau bagaimana sesungguhnya yang terjadi. Ya gue gak bisa salahin dia karena gak baca tumblr gue sih. Secara dia sibuk ngurus anaknya, gue maklum sih. Tapi apakah komentar sebatas ‘ciee’ patut dipermasalahkan?

Pada saat itu gue lagi berusaha untuk mencari perhatian Wolfie. Another fail joke is, Wolfie end up with Laras. Yeah, another same name. same name. 

Another Fail Joke

My life is full of fail joke. I don’t know what’s wrong. Maybe my existence is. Gue cukup kaget dengan fakta itu. Gue pikir Laras hanya sebuah mock up name, yang sengaja Wolfie buat untuk menjerumuskanku ke dalam dunia kesedihan. Pertama kali gue dengar (baca) nama itu pada tanggal 29 Desember 2016 dengan tulisan seperti ini

Sore itu kami kelaparan, ingat akan saran seorang sahabat untuk mencoba nasi gorengnya, akhirnya kami mampir makan di @bragapermai. Setelah sang pramusaji memberikan buku menu untuk kami baca, kami yang mengharapkan harga yang murah mengingat pengalaman kami makan berkeliling Braga, merasa sedikit kecewa dengan harganya yang tak jauh berbeda dengan restoran di Jakarta. Pikir kami, tak apalah mahal dikit toh nuansanya nyaman dan pelayanannya luar biasa.
Sepiring kecil pilihan roti dan dua gelas air putih yang selalu terisi air disajikan di meja, dan tak lama setelah diskusi dan mengagumi pelayanan mereka, mendaratlah pesanan kami diatas landasannya. “Ini porsi kuda ya?”, tanyaku sedikit retoris setelah sang pramusaji meninggalkan meja kami, ya karena nampaknya kuda pun memang kenyang makan sebanyak ini.

Dan sepertinya memang kami yang tidak tahu, karena di sebelah banyak pula makanan satu porsi dihajar ramai ramai. Yah, tak apalah. Setidaknya kami tak lagi kecewa akan harganya yang agak tinggi, ini toh sebabnya. Setelah sedikit mengagumi porsi yang tersaji, kami meminta bantuan untuk diambilkan foto kepada sang pramusaji. Dengan sedikit kikuk akhirnya didapatkanlah foto ini, sedikit berantakan memang, maklum mungkin tak biasa mengarahkan orang untuk diambil fotonya.

Ritual pun dimulai, sambil membumihanguskan hidangan yang tersaji diskusi kami dilanjutkan dengan pembahasan rasa dan penyajian. Berlagak ala ahli kuliner, kami menilai bagaimana kombinasi makanan dan penataan tiap tiap lauk pauknya. Nikmat memang, dan seperti biasa, Laras selalu saja mengambil peran sebagai juru icip dan saya yang kebagian menghabiskan ya (pantas aja kecil abadi). Makanan di meja rasanya tak habis habis, dan setelah berjuang keras, muncul satu kalimat andalan kalau kekenyangan, “mas tolong takeaway ya”. Puas deh pokoknya.

Cepat-cepat gue kabarin sahabat gue, dan dia juga terheran-heran. ‘Kok lo bermasalah terus dengan nama Laras sih? Apa lo harus ganti nama jadi Laras biar lo beruntung sedikit?’

Nyelekit.

My life is a Joke

Gue sempat berpikiran seperti itu. Bahwa hidup gue ini hanya sebuah kesia-siaan. Nilai tidak begitu bagus, kerjaan gak ada, dan calon suami juga ga keliatan. Seharusnya yang ada dipertahanin, gue malah melepaskan yang ada untuk sesuatu yang tidak pasti. My life is a fail joke. Maybe I should name my kids Laras and Akbar. Thus they can’t be together. 

Sempat gue kepikiran, gue akan kasih nama anak gue dengan nama Laras, ntah Laras apa. Larashanti mungkin, karena gue jatuh cinta dengan nama Shanti. Shanti itu berasal dari kata shaant, yang artinya tenang. Di dalam hidup ini kita tidak hanya perlu ketenangan kan? Terkadang kita butuh keberuntungan juga.

Atau gue gak usah memikirkan nama-nama itu, karena itu sangat surreal buat gue. Mungkin gue harus mencoba hidup dalam kesendirian dan berbahagia karenanya. Sebagai manusia, kita hanya butuh saling berbagi. Ada yang menarik dari film Baar Baar Dekho tadi, bahwa, masa depan itu bergantung pada masa lalu.

What was in my past will make my future. Now I decide not to give a go about marriage, and by this time, my future has been created with this kind of thoughts. I wonder, how shame I will later on. And anyone, please remember me about this writing if I am too happy about someone. I don’t know whether it is a good joke or another fail joke. All I want is to make you happy, for whatever I could. (as)

4 Replies to “Fail Joke, it is”

  1. One more thing I would like to mention is that as opposed to trying to suit all your online degree classes on days that you conclude work (since the majority of people are tired when they get back), try to get most of your sessions on the saturdays and sundays and only a couple courses on weekdays, even if it means taking some time off your weekend break. This is really good because on the week-ends, you will be extra rested and also concentrated on school work. Thanks a lot for the different suggestions I have learned from your weblog.
    belindaon

    1. Well, I can’t relate that, but thank you for your comments and thank you for drop by. Yes, you should pursue your dream and education as well.

  2. There’s certaijnly a great deal tto knkw ablut this subject.

    I love all thhe pooints you’ve made. Howdy! This bog podt couldn’t bee ritten aany better!

    Reading throug thios artihle remids mme oof myy previoous
    roommate! He continually keppt talking about this.

    I moszt certainlly ill sernd tthis post to him. Fairly
    certain he’ll hawve a ver goood read. Thank yyou forr sharing!
    Savewd ass a favorite, I reslly like your site!
    http://foxnews.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: If I were you, I won\'t try it.