Harry Potter and White Mazda

Bukan secara repetitive, tapi gue mimpi dua orang ini. Yang pertama, si Aa (dulunya gue pake inisial CG) dan yang kedua, si MeaKer. Gue merasa dengan mimpiin si MeaKer, adalah salah satu tanda dari alam untuk benar-benar menjauhi si Aa ini. Gue sempat ceritain ke seorang teman gue. Dengan tegas dia bilang, “Beh. Tan… itu mah ente ngarep namanya.”

Well. Dia ada benarnya.

Pada hari itu juga, malamnya gue demam tinggi (ngga sampai 40 derajat celcius juga sih) gue khawatir esoknya, hari senin, tidak dapat masuk kuliah. Alhamdulillah akhirnya demam gue reda, sehingga pada pagi hari itu, gue udah mendingan.

Biasanya gue pergi ke kampus jam 3 sore, karna menghindari macet. Tapi belakangan ini sering jam setengah 5. Karena tidak mau lama-lama di kampus, dan pengennya langsung makan.

Biasanya orang kalau mau nyetir, berdoa dulu kan ya. Gue malah menyebut nama seseorang, secara lengkap. Mungkin karena gue terganggu dengan mimpi itu juga ya.

Di jalan, tepatnya di persimpangan yang macet. Di depan mobil gue ada mobil Fortuner warna hitam dengan nomor plat 77HP.

Dang! Harry Potter. (Karena akan sangat konyol kalau itu 94 atau 904HP)

Bukan recall, tapi semacam mengulang percakapan gue dengan seorang teman dekat, dulu.

“Inisial sama. Sama-sama pakai kaca mata. Sama-sama anak tunggal, cuman aku tidak anak yatim piatu.” paparnya.

Saat itu gue cuman nagging, “Maksa deh.”

Baru kepikiran sama gue, mengenai hal ini.

Adopsi.

Bagaimana kalau sebenarnya Harry bukan anaknya Lily dan James?

Hal ini karena teman gue nyablak bilang gini ke gue, “Iya beb. Anak tunggal itu biasanya dicurigai. Kali aja kan diadopsi.”

Mind blowing. Gue gak pernah kepikiran dengan satu kata itu. Dia malah dengan gamblangnya berkata demikian.

Lah. Kan tadi mobilnya Fortuner, warna hitam lagi. Kok dijudul Mazda?

Ini sih mobilnya Marcel… dingg… dan mobilnya si Aa. Kalo Marcel kan Mazda yang SUV gitu, kalau si Aa Mazda Fiesta kalo gak salah gue, warnanya putih, yang pernah dibawa 180kmph cieee…

Banyak hal yang gue bingung mengenai Aa. Mungkin didukung dengan zodiaknya yang Cancer serta Phlegmatis kali ya. Hari senin kita diisengin sama anak kelas. Papan nama kita dibuat berdua, sebelahan. Ketika dia datang, dia malah duduk di belakang. Gue mikirnya dia gak sudi duduk ama gue. Ya abis cuman masalah duduk doang, kok diseriusin.

Selasa. Dia malah makan di depan gue. Kan tai. Tidak hanya itu sih. Dia yang kali ini duduk di depan (sendiri tentunya) malah suka main ke belakang sebelum dosen masuk. Dan colek-colek gue. Sekali, gue cuekin, kedua kalinya gue tanya, ‘Kenapa sih?’ ngga dijawab sama dia.

Jam 8. Dia Whatsapp.

Aa: Niz

Gue: Ya?

Aa: Hmm

Percakapan yang paling aneh. Gue baca doang jadinya. Mungkin telat sih, tapi gue merasa kalau gue menjadi last option untuk dia. Jadi ngapain gue membuat dia jadi first priority?

sign out.

x0x0

Reply

error: If I were you, I won\'t try it.
%d bloggers like this: