It’s about time.

Jakarta, 27 Feb 2015.

Kata mba Windy, menulis itu bukan sebuah keinginan, melainkan sebuah tindakan. Aku percaya akan hal itu, karena aku tidak ingin sebenarnya menulis ini, tapi aku harus menulisnya. Aku harus melatih jemari ini untuk dapat bebas berpindah dari tuts A ke tuts B.

Aku yakin, sebenarnya dia juga ingin menulis, tapi menulis seperti yang biasanya aku lakukan, itu bukan hal yang mudah, dan, untuk membuat sesuatu yang fiksi, harus didukung dengan data-data serta imajinasi yang tinggi. Harus berusaha lebih untuk dapat menghidupkan setting, maupun extras. Dan itu sepertinya susah untuk dia yang sampai sekarang belum selesai tugas akhirnya.

Hari itu, tanggal 25, aku sempat berbicara dengannya. Ada beberapa hal yang sepertinya tidak benar, dan tentunya ada penegasan yang keluar dari mulutnya, yang membuatku menjadi tenang, juga sedih. (Baca tulisan yang berjudul On another side)

Ada sebuah pribahasa, ataupun kutipan, yang secara tidak langsung, aku mendapatkannya dari dia, bahwa:

Cinta itu tidak pernah hilang, dia hanya berubah bentuk menjadi energi lainnya.

Berlandaskan itulah aku menulis hari ini. Ada perubahan yang terjadi, dan ada waktu yang harus diperhatikan.

Faktanya adalah aku akan selalu ada untuk dia, kapanpun dia membutuhkan seorang teman untuk bercerita, seorang teman untuk diskusi, bahkan seorang pemerhati, ketika ia berada pada masa terendahnya. Itu fakta.

Mungkin 10 tahun lagi bisa berbeda, jika rasa itu terkikis setiap hari. Dan mungkin ini juga terakhirnya pengharapan tentang kita. Jika dulu aku sangat menginginkan dia mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari pada yang dulu, sekarang aku merasa sedikit, cemburu.

He got what I asked for.

Karena setiap kata-kata manis itu merupakan senjata tajam untukku. Terbebas dari jujur atau tidak, benar atau tidak, kata-kata seperti itu adalah kata-kata yang aku harapkan tidak keluar saat ini. But it showed anyway.

Berbekal kata-kata itulah, yang membuat aku memutuskan bahwa semuanya akan berakhir pada satu titik. Titik yang dimana tidak akan bisa aku pindahkan sendiri, kecuali takdir.

Mungkin saat ini, di tahun 2015, tahun Kambing ini, aku melepaskan pengharapan tersebut. Aku menggantikannya dengan hal yang lebih baru. Dan juga mungkin aku akan merealisasikan salah satu rencanaku mengenai ini. Bahwa aku akan menjadi WO untuk dia. Dan aku pastikan bahwa aku akan menikah setelah dia menikah. *wink*

Aries sudah berlalu. Sekarang lagi gali-gali tentang info si Cancer. Scorpio dan Cancer cocok kan ya? Dan alhamdulillah satu ini muslim, walaupun, kemarin sempat curi-curi padang dengan teman sekelas, dan bukan si Cancer.

Siapa dia?

Nantikan di kapan waktu. Akan ada saatnya, si Cancer masuk ke dalam catatan tumblr. Namun, aku tidak menjanjikan akan selalu menulis, karena sampai saat ini, inspirasi menulisku masih MeaKer.

MeaKer, selamat ulang tahun, in advance. Aku sadar dia ulang tahun lebih dari sebulan lagi, tapi aku tidak bisa kasih apa-apa. Aku dibatasi oleh batasan seorang teman tersebut. Tidak sepantasnya memperlakukan seorang teman begitu berbeda dengan yang lainnya.

Selamat ulang tahun. Mungkin aku akan ngucapin, tapi bisa jadi juga tidak. Tergantung seberapa cepat kalisnya perasaan yang berubah tersebut.

Akhir kata, terima kasih telah bersedia menjadi temanku, telah mengizinkanku untuk menjadi nomor satumu, meski itu tanpa pengakuan. Dan terima kasih atas sweet nice pillow talk-nya. Semoga kita dipertemukan di dalam satu ikatan kerja, partner.

Khuda hafizh.

Reply

error: If I were you, I won\'t try it.
%d bloggers like this: