Jerawat dan Air Wudhu

Wanita tentunya tidak pernah lepas dari yang namanya masalah jerawat. Ada yang bilang itu tandanya pubertas, ada yang bilang juga karena stress, ada juga yang bilang bahwa jerawat adalah tanda rindu. Malam minggu ini jerawat dan air wudhu ada hubungannya. Mungkin ini adalah sebuah ketidak sengajaan yang dilakukan oleh alam semesta malam ini.

Prolog

Antara Jerawat dan Air Wudhu

Unexpected Message

Jadi sore ini gue dihubungi oleh teman gue, dia ingin ketemuan dan sharing serta cerita-cerita. Awalnya niat bertiga, seperti biasa, trio kwek-kwek di belantara Jakarta, yang biasanya berkumpul di Union Deli. Gue yang sebenarnya ingin tidur sore itu, tetapi ketenangan gue diganggu oleh sebuah notifikasi kecil, ‘beep’. Bunyi WhatsApp, hanya sekali. Isinya, “Ta.” Gue udah jantungan, ini bisa saja sebuah teguran karena gue gagal menjadi netizen yang baik.

Belum sempat gue balas, ia menyambung… “Gue td di mobil kan otw airport sm Bapak dan Voldie“; lantas gue menganggap ini segelintir gosip. Secara ya, ada omongan-omongan yang hanya ditemui di wanita. Berharap pada suatu hal yang tidak mungkin adalah sebuah penantian yang sia-sia. Gue berharap bahwa ada info-info yang membuat gue tau posisi gue di mana, tetapi berujunga pada kata “Welcome to the club“.

Tak lama setelah itu, ada yang whatsApp, kali ini, “Taa.” Mungkin ada benarnya bahwa semakin banyak huruf vokal yang kita gunakan, semakin dekat kita sama orang tersebut. “Nongkrong yuk tonite.” Well, oh well… Gue yang kebiasaan nongkrong dengan satu orang, dan orangnya itu lagi itu lagi. Kenyamanan itu memang mahal sih. Alhasil, gue berdua melancong ke pusat perbelanjaan kelas atas di bilangan Thamrin itu.

Updates

Two Girls, Gossiping From Affinity Magazine

Temen gue ini sedang galau-galaunya. Dia sedang dekat dengan orang arab, setelah dia ‘dijual’ sama teman gym-nya. Mungkin dia berpikiran bahwa gue memiliki pengalaman dengan orang-orang luar seperti itu. Rata-rata orang luar lebih suka menggoda. Memang perlu adanya data untuk mendukung pernyataan ini, tetapi rata-rata orang India/Pakistan yang gue temui ya seperti itu. Obrolan ini berjalan dari serius, hingga curhat colongan.

Tak terhindarkan, gue pasti cerita tentang kegundahan gue akhir-akhir ini. Bagaimana caranya untuk bisa melepaskan kata ‘baper’ dari Voldie. Terlebih nanti jika kerja bareng dia untuk 8 bulan ke depan. Ditambah dengan akhir dari WhatsApp yang pertama. Pembicaraan malam itu bercampur aduk, dengan masalah masing-masing, meskipun gue lebih dominan, karena gue mengeluarkan apa yang gue simpan selama ini. It’s good to have a relief, right?

Jerawat dan Air Wudhu

Memutuskan untuk makan di mana, memang sangat susah, terlebih lagi dengan orang yang kurang eksplorasi. Antara Magurame Udon dan Ikkudo Ichi. Pengalaman gue makan di dua franchise itu, akhirnya gue saranin, ke Ikkudo Ichi, karena lebih memiliki rasa. Mengantri pada malam minggu memang tidak terelakkan, akhirnya sembari menanti itu, pembicaraan berlanjut.

SHAH RUKH KHAN in MY NAME is KHAN

Topik yang dibahas kali ini adalah Voldie, yang tidak sengaja sudah pernah gue kasih tau instagram-nya ke dia. Gue buka iPhone 5S gue, lalu membuka instagram, dengan niat ingin menunjukkan tampang Voldie, yang sukses membuat perasaan gue jungkir balik. Dengan jaringan XL yang katanya sudah merambah 4,5G, ternyata loading instagram masih memakan waktu yang cukup lama.

DHUAR!

Foto pertama di instagram yang muncul adalah foto Voldie, yang memiliki caption seperti ini:

“CUMA AIR WUDHU
.
Ceritanya, tahun 2012 gue ikut pemilihan mahasiswa berprestasi nasional sebagai wakil @uns.official bersama 16 finalis lainnya. Pas sesi wawancara, salah satu jurinya tanya:
Ibu Juri: Kamu facial ya?
Greget: Engga, Bu. Saya belum pernah facial.
Ibu Juri: Kamu perawatan?
Greget: Engga, Bu. Cuma air wudhu.”

Sontak gue bilang ke teman gue, ini Voldie orangnya rada sombong. Gak pernah balas gue di instagram, pernah balas sekali doang. Lah, iya memang benar sekali, mungkin itu cara dia berdiplomasi. Mungkin saja dia memegang kepercayaan bahwa semakin lama berteman, maka semakin ‘bebas’ lo berkomen di sosial media satu sama lain. I don’t know, I am just a lost child here.

Tanpa pikir panjang, gue langsung ikutan berkomentar di situ. Mengenang waktu SMP, ada tukang jualan sandwich di depan sekolah, bertanya, kok bisa cantik sih dek, pakai apa? Gue yang hingga SMA tidak pernah kenal dengan namanya bedak, kecuali bedak bayi, ya cuman bilang, “Ini karena air wudhu kok.”

Jerawat 2 Biji

Jadi setelah selesai gue membuat komentar itu. Gue pegang dagu gue yang ternyata ada jerawat batu, keras banget. Gue sering membuat iri teman-teman lainnya karena wajah gue yang lumayan mulus, tidak ada bruntus-bruntus pun komedo, kalau ada pasti tidak banyak. Jerawat dan Air Wudhu jadi sebuah inspirasi untuk tulisan gue malam ini, well, ini sudah siang sih.

Jerawat di Dagu

Tidak hanya satu, ada satu lagi di pipi. Gue sampai bingung sendiri, kenapa gue bisa ada jerawat? Apa karena gue kurang bersih ketika membersihkan muka? Perasaan hari Jum’at kemarin gue sampai scrub deh. Mungkin jerawat dan air wudhu ada hubungannya. Semakin sering lo bersihin wajah lo, lalu disertai dengan air wudhu, maka wajah lo akan lebih bersih.

Namun sayangnya otak gue yang lagi dikuasi hati, kerap berpikiran bahwa ini jerawat rindu. Selama 2 hari merasa kehilangan teman bermain atau mainan, membuat gue uring-uringan, yang berujung pada muncul jerawat-jerawat ini. Jika dilihat dari sains, maka jerawat di dagu dan T zone bisa jadi karena masalah hormonal. Mungkin bagi beberapa orang wajar, namun bagi gue yang biasanya jarang, ya ngga wajar.

 

Reply

error: If I were you, I won\'t try it.
%d bloggers like this: