I Still Love You

I Still Love You

Lagu yang merupakan salah satu soundtrack dari film Half Girlfriend ini memang begitu melekat, karena hampir setengah filmnya memutar lagu ini, pada bagian refrain tentunya. Lagu yang berjudul Main Phir Bhi Tumko Chahunga ini bisa menjadi salah satu lagu yang sangat identik dengan yang namanya lagu cinta, the love song.

Tujuan saya menulis hari ini karena ada beberapa kejadian yang menurut saya seharusnya tidak terjadi. Namun sudah terjadi dan hanya bisa direfleksikan saja untuk berbagai pihak. Tapi sebelumnya saya mau menyatakan, ini tidaklah menjadi salah satu drama yang mungkin sering terjadi di beberapa orang.

Post Break Up

Sudah 8 bulan saya mengakhiri hubungan dengan salah seorang teman kecil saya, seseorang yang pertama kalinya saya sukai. Mungkin jika bertanya-tanya, apakah saya mengalami masalah paska berpisah. Well, no, I don’t have any trouble post breakup.

Hidup saya berjalan seperti biasa, aktivitas berjalan seperti biasa. Tidak ada yang berubah, hanya saja menjadi lebih efektif, karena tidak perlu membalas pesan, menerangkan serangkaian kegiatan serta perdebatan-perdebatan yang kerap terjadi hanya karena perbedaan persepsi dan kultur. Meh.

Main Phir Bhi Tumko Chahunga
Meh

Sama-sama hidup di bawah naungan Nusantara, sama-sama menggunakan bahasa Indonesia, tetapi masih saja banyak perbedaan yang harus diatur demi keberlangsungan yang tentram dan aman. Mungkin karena nilai-nilai patriarki sangat kental, sehingga ia merasa pantas untuk mendikte serta mengetahui segala rutinitas yang menurut saya biasa saja, namun baginya berlebihan. Ntahlah.

Singkat cerita… Sekarang sudah mau masuk bulan Juni, Meskipun beberapa minggu lalu saya terganggu dengan menemukan fakta bahwa ia sudah bersama dengan orang lain, tapi itu dengan cepat saya atasi, tidak lebih dari 24 jam. Life must go on, they say. So I take my ride, do my stuff and be my self as ever.

Berperang dengan memori

Tak dapat diingkari, beberapa kali otak memutarkan memori-memori waktu masih bersama, setidaknya menjadi lebih intens ketika setelah mengetahui fakta tersebut. Seperti kata Ayahnya Fatimah, “Yang rindu aku, ya aku yang harus menuntaskannya. Gak mungkin maksa bertemu.” itu yang saya terapkan. Berbagai alasan berusaha saya ucapkan, seperti “gak boleh ganggu pacar orang”, “jangan jadi pengganggu”, “setidaknya lo harus punya martabat lah”, “be classy as possible!” dan lainnya.

Seperti kata Jug (Dear Zindagi) jangan biarkan masa lalu menghambat masa depanmu yang indah. Begitu juga dengan memori-memori yang bisa dikatakan jahat tersebut. Memori tersebut seharusnya tidak menghantui dan menghambat kegiatan, hingga masa depan. Apa yang dijalani oleh Kaira (Alia Bhatt) di film Dear Zindagi memang fakta nyata yang bisa terjadi kepada siapa saja, bahkan milenial. Bagian post breakup tentunya.

Salah satu perkataannya yang terkadang saya anggap ‘meh’ adalah “Jangan samakan apa yang terjadi di kehidupan dengan film.” mungkin saja menurutnya adalah jangan berekspektasi seperti yang ada di film. Tapi kalau bukan itu, ya menurut saya dia termasuk orang yang merugi, karena salah satu tujuan film adalah menyematkan nilai-nilai yang dapat diambil dari serentetan kisah yang disuguhkan. Dengan demikian, pemikiran kita jadi terbuka dan pengalaman kita jadi bertambah.

Reza Arap’s Engagement

Mungkin kalau berharap bisa seperti Wendy Walters di video ini, memang salah. Namun mengambil pelajaran dari film-film yang ditonton bukanlah suatu kesalahan. Tetapi, dengan maraknya kampanye digital, kita berada pada masa seperti saat ini. Setiap orang punya kanal videonya sendiri, bisa membuat konten yang menarik dan menjadi saluran penayangan sendiri. Tapi memang, apa yang dapat diambil dari video tersebut adalah setiap orang berhak berbahagia dan cinta pasti datang pada waktunya, datang ketika siap.

Tentunya setiap wanita pengen merasakan seperti Wendy, dilamar di hari ulang tahunnya, dengan suasana yang lebih intim, karena tidak perlu canggung di depan orang tua.

Main phir bhi tumko chahunga

Image from the movie "Half Girlfriend"
© 2017 Balaji Motion Pictures − All right reserved.

Refrain yang kerap kali dijadikan musik latar belakang untuk film Half Girlfriend memiliki arti seperti ini,

but I’ll still love you,
I’ll still love you.
I’ll die for this love,
but I’ll still love you.

Pemilihan lagu untuk menggambarkan Madhav Jha sangat tepat. Bahkan saya sempat menyinggung ini kepada teman semasa kecil saya itu. Saya ingin dia tetap berusaha mendapatkan apa yang dia inginkan, meskipun itu membutuhkan waktu yang lama. Seperti Madhav Jha yang butuh waktu 5 tahun untuk mendapatkan Riya Somani.

Terkadang patah hati seseorang bukan diobati dengan orang lain, tetapi jawaban dari pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya. Seperti Cha Jeong Hwan (My Father is Strange, KBS2) yang ingin mengetahui alasan Byun Hye Young kenapa ia memutuskannya 8 tahun silam. Terkadang saya suka tersenyum sendiri ketika melihat adegan mereka berdua. Mengundang memori-memori jahat tersebut, menyiksa di relung hati.

Hye Young yang tidak berpikiran untuk menikah karena ia melihat begitu banyak perceraian yang terjadi mencoba melawan pemahamannya dengan internship 1 tahun bersama Jeong Hwan. Alasannya sederhana, ia tidak ingin kehilangan Jeong Hwan, tapi ia juga tidak menjamin bahwa rumah tangganya akan baik-baik saja.

Perjanjian

Beberapa jam sebelum saya mempublish tulisan ini, sembari mendengar lagu main phir bhi tumko chahunga secara berulang, saya berdiskusi panjang lebar dengan teman saya itu. Well, ternyata statusnya pacar orang tidak membuatnya kehilangan rasa nyamannya. Bangga sedikit boleh dong ya.

Hasil dari diskusi tersebut, ternyata membuat memori-memori jahat tersebut menjadi memori yang punya misi, memori yang sengaja dimainkan oleh Allah, Sang Khalik. Menciptakan memori tersebut, lalu menghembuskannya kembali ke dalam hati. Misinya adalah untuk mengoreksi kesalah-pahaman, serta asumsi saya yang salah harus dibenarkan.

Melihat perubahannya, membuat saya ingin memberontak. Bagaimana tidak, dulu ia enggan ke Mesjid, alasannya mata merah, takut dikira mabok. Padahal lelaki memang diwajibkan untuk ke Mesjid. I don’t want to have same path as my mom had. That’s why I always look at his faith.  Penyesalan memang selalu datang belakangan, tidak perlu disesali. Namun hasil temuan dari diskusi tersebut membuat arah pembicaraan menjadi lebih liar, tidak memiliki variabel yang terkontrol.

As if each of us haven’t married till Jan, 19th 2019. We will marry on Oct, 19th 2019.

Itu setelah saya menelan berbagai ego yang saya miliki. Dalam tulisan saya ini, saya pernah menyatakan bahwa saya ingin memiliki pasangan yang punya pengetahuan luas, suka membaca buku, dan memiliki pemikiran terbuka. Which is not so him.

Main phir bhi tumko chahunga… saya masih menyimpan hati yang ia kasih, namun tidak saya pelihara. Ia ngotot mengatakan bahwa ia memberikan hatinya, bukan dicuri. Well, main phir bhi tumko chahunga, mere yaar, mujhe jaana hai, yeh aasan nahin hai. Lekin, main phir bhi tumko chahungi.

Truth or Dare

Saya menantangnya. Karena ia menyatakan bahwa ia masih memiliki keinginan untuk mewujudkan 219. Untuk beberapa menit, ia terdiam. Seperti diserang badai, ntah harus bagaimana. Seperti yang dibilang oleh Salman Khan dalam film Kick, “kick nahin hai“, yeh hi, hamara sensation. Hamara kick. Tum haan ya nahin?

Mungkin memang terkesan tantangan, dan ia-pun cenderung untuk tidak ingin bermain. Ia berpendapat bahwa pernikahan itu bukan main-main. Saya sependapat, namun berdasarkan rukun iman yang ke 6, yaitu tentang Qada dan Qadar. Bahwa manusia hanya bisa berencana, dan keputusan tetap di tangan Allah.

The truth. Jika ada yang bilang balikan sama mantan itu adalah seperti membaca buku yang sama, tidak akan ada yang berubah, kisahnya akan seperti itu. Namun, terkadang, orang yang membuat alasan seperti itu kurang kreatif. Ia lupa menaruh faktor lainnya, misanya seperti yang dilakukan oleh Shamini Flint di dalam seri Inspector Singh. You won’t ever know what the story will be. Saya masih punya banyak skenario yang akan dijalankan. Lagipula, membaca buku yang sama akan menimbulkan kenangan-kenangan. Meski tidak sama dengan kenangan seperti pertama kali, tetapi kenangan tersebut adalah sebuah pengalaman yang memiliki keunikannya sendiri.

As if, I spent my senior high with him. Then recently. Then, in a few years, who knows… that we will be doing something great again. Because ‘the lover boy’ is only exist in Bollywood. In real life, we just have our sweet friend. Jika Gauri dan Shah Rukh Khan saja bisa bersatu, kenapa kita tidak? Mungkin, jawaban dari semua pertanyaan adalah…

LOVE!

Yeah. Love.

Go. Make a love. Spread love, not hatred.

One Reply to “I Still Love You”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *