Premonition

Ada hal yang lucu mengenai judul ini. Premonition atau firasat ini sangat kuat bagi orang yang selalu dekat dengan alam. Ada orang yang bisa berkomunikasi dengan alam, dan ada yang tidak bisa, lalu ada yang ketiga, yang bisa, tapi tidak ingin sama sekali. Denial.

Aku termasuk orang yang ketiga, sebenarnya. Aku bisa merasakannya, dan sering sekali aku tetap denial, tetap tidak mau percaya akan suguhan alam yang nyata. Mungkin banyak orang yang akan beranggapan kalau aku kurang peka, atau kurang sensitif.

Mereka benar, kerap kali aku tidak menyadari apa yang sedang terjadi, dan baru sadar beberapa lama setelahnya. Dan kerap kali aku kepingin menjadi orang yang tidak bisa berkomunikasi dengan alam, tapi aku tidak bisa pergi, namun aku juga tidak begitu bisa berkomunikasi dengan baik.

Salah satunya ketika kemarin, 12 November, di saat pagi buta, mata enggan terpejam karena meminum kopi kemasan beberapa jam yang lalu. Aku ingat, itu jam 3. Aku mulai menyapa, sekedar bertanya, kenapa hingga jam segitu ia belum juga bertemu dengan pulau kapuk. Ada sesuatu yang harus dikerjakan, akunya.

not sleeping?
nopeeeee
apa kabar komandannnnnnn
miss u
haha
ngapain aja??
doin somethin undone
Percakapan itu mulai tepat semenit dari pukul 3 pagi. Aku tidak ada niat apa-apa, cuma sekedar bertanya apa kabar, lalu meminta dengan iseng, kali aja ada lagu yang bagus untuk di download, dianya malah insecure dengan berkata:
noe
haha
dah ga usa ngebahas itu
makin bete ntr akunya
udah kewajiban
Aku tidak ada tujuan meminta dia cerita, apa namaku seperti tukang kredit yang selalu meminta, “hei tom, cerita tom.” lucu ya. Akupun meluruskan perkara yang aneh itu. Hingga cursor bergerak ke dalam “see friendship” di facebook, dan selagi dianya juga dalam jaringan, sekalian aku update pertama kali aku ketemu dia, tahun 2003. Dan tawanya lepas,
im honored
hahahahhahaa
aduh
susah mingkem
Aku awalnya bingung,kenapa dia malah terasa ‘dihargai’, padahal aku berkata di moment itu, dialah orang yang paling aku benci. Dan dia tertawa lepas. Ia tertawa bukan karena aku berbohong, ia tertawa karena semuanya berubah. 10 tahun yang lalu aku memang benci dengan dia, anaknya nyebelin, tapi sekarang, dialah yang paling lucu, untukku.
Dan lucunya juga, tahun 2009 itu kita udah lumayan dekat, saling berkomunikasi, bahkan aku gak tau kalau aku nyimpan nomor dia. Apa sih yang terjadi 4 tahun yang lalu?
Ntahlah, apapun itu aku sih pengennya makin deket aja, kayak sahabatan gitu. Asik punya sahabat yang gak neko, yang bisa ngebantu apapun selagi bisa. Meskipun akunya jarang banget ngerepotin orang, tapi selagi dianya mau. Kenapa tidak? LOL.
Aku ada crop facebook tahun 2009 lalu, dan tetap, komen eky yang paling random. Maksudku, saat itu kan dia, sama siapa, tapi kenapa Eky bisa bilang seperti itu? Hacking? Ah… I wish I can hack something, but hack isn’t a word since then… since blackberry users so annoying.

Reply

error: If I were you, I won\'t try it.
%d bloggers like this: