Triadic Closure

Triadic Closure

Dulu waktu kuliah Analitika Media Sosial dan Digital, pernah dijelaskan mengenai triadic closure. Hal ini sangat berguna dalam analisis dan analitika di media sosial. Triadic closure berawal dari seorang sosiologis yang bernama Georg Simmel pada bukunya Soziologie [Sociology: Investigations on the Forms of Sociation] pada tahun 1908. Bisa dikatakan bahwa ini merupakan bagian mendasar dari hubungan sosial antara manusia. Triadic closure sendiri adalah sebuah konsep yang diusung oleh beliau. Konsepnya sesederhana 3 nodes (orang) yang kemungkinan akan memiliki hubungan yang lemah (weak).

Misalnya, A berteman dengan B dan C. Ada kemungkinan B dan C juga berteman, walau hanya memiliki kemungkinan yang kecil. Kemungkinan itu bisa berbagai tingkatan, bisa saja sama-sama satu negara, satu kota, atau satu sekolah. Namun itu tidak begitu kuat, sehingga diberi nama tersebut.

Di dalam aplikasinya, sangat identik dengan pertemanan. Akhir-akhir ini saya mengalami sedikit masalah dengan beberapa teman saya. Semuanya karena ego masing-masing, dan saya gagal untuk mengikuti ego mereka. Satu, karena dia tidak senang berdebat, hingga ia menorehkan kata-kata yang lumayan ngena. Yang satu, karena saya tidak menganggap serius masalahnya, ia juga mulai bermain-main dengan kata-kata. Mungkin benar, istirahatlah kata-kata. Yang perlu dilakukan sekarang hanya sikap.

It was yesterday when we had a bit of arguments toward each other. And it was yesterday I came to know someone new. Literally, that’s the reason of our main topic today.

Newton Law

Saya jadi mengenang masa lalu saya yang dihabiskan untuk belajar fisika. Mendapat nilai fisika 40 membuat saya menjadi yang paling pintar di kelas fisika waktu itu. Don’t you ever think about others. Beberapa kali saya mengikuti lomba atau olimpiade fisika. Hanya sebagai pengisi slot saja, tidak lebih. Hukum Newton yang ke-tiga sangat menarik untuk saya; saat ini. Aksi reaksi.

Tidak jarang saya temukan pernyataan tersebut. Seperti;

Ya lo kayak gitu makanya mereka begitu.

Well, no judge, maam. Setiap orang berhak untuk memilih kepada siapa dia memberikan akses. Tidak semua bisa dijadikan konsumsi publik. Misalnya saya, membuat instagram adalah konsumsi publik. Apa yang saya lakukan diinstagram memang untuk dikonsumsi oleh publik. Penilaian adalah di luar tanggung jawab saya dan kehendak saya. Kalau istilah sekarang adalah panjat sosial.

Stop it. Be who you are. You deserve to be happy for who you are, not for who you want people think you are. Yeah, unless you’re an actor. You’ll have team, for God sake.

Law of Attraction

Dikutip dari situs web lawofattraction.com,

Law of Attraction is the ability to attract into our lives whatever we are focusing on. It is believed that regardless of age, nationality or religious belief, we are all susceptible to the laws which govern the Universe

Saya punya teman, tinggal di Kurukshetra. Saya mengenal dia sudah hampir 5 tahun, itu karena sedang fokus ke film Shah Rukh Khan, Jab Tak Hai Jaan. Let alone flirty moment. Being friend is not about daily chat. Jaman sekarang, kita dapat menilai seseorang dari perilakuknya di media sosial. Ini penting, dan sangat penting. Yang dilakukan olehnya adalah melihat perilaku saya di beberapa media sosial yang ia miliki. As he said, ‘yeh hai hi uski’; seperti ini ternyata dia. Tidak ada pemaksaan untuk menjadi satu karakter.

Law of Attraction memang membuat kita saling kenal. Tetapi yang membuat kita tetap berteman adalah pilihan. Alasan yang mendukung pilihan itu bervariasi. Ada yang karena kepentingan, ada yang karena ketulusan dan masih banyak alasan lainnya.

The Triadic Closure

Seperti judulnya, triadic closure itu pasti merupakan 3 buah nodes. Tidak mungkin lebih. Namun satu nodes bisa memiliki lebih dari satu triadic closure. Kemarin saya berkenalan dengan seorang perempuan, yang ternyata adalah kekasih teman saya ini. Apakah itu sebuah triadic closure? Iya bisa jadi. Bisa juga tidak. Tergantung dari sudut pandang (vertex) mana. Ternyata dia berasal dari Pakistan (automatically Muslim, yes?) tinggal di Peshawar (a good city, historical city). Ini membuat ada node baru yang muncul. Sehingga jadi 4 nodes dengan 2 triadic closure.

First Triadic Closure

Yang pertama adalah Pak sides. Ini terdiri dari saya, seorang perempuan dan seorang laki-laki. Dua nodes tersebut berada di Pakistan meskipun berbeda suku. Hal menariknya adalah, karena kami berempat lahir pada era yang sama, sehingga obrolan pun menjadi sama. Dan tak lupa pula bahwa mereka sama-sama calon dokter (maupun fisiologis).

Tidak sedikit yang mengatakan kekhawatirannya ketika mereka mengetahui saya dekat dengan seorang pria dari Pakistan. Ada yang bilang orang-orang Pakistan tidak dapat dipegang omongannya. Mereka tidak baik, dan semacamnya. Namun diberi penawar oleh perempuan ini. She’s quirky, she’s smart, enthusiast and so poetic.

Second Triadic Closure

Ini merupakan weak connection. Jika yang pertama tadi adalah yang kuat, karena begitu banyak persamaan di dalam segitiga tersebut. Di sini, segitiganya lemah karena posisi saya yang memiliki kelemahan di salah satu vertex. Vertex saya dengan teman saya lumayan kuat, namun jika menggunakan parameter yang sama dengan yang pertama, maka bisa jadi lemah juga.

Okay that’s it. It’s all about triadic closure. Nothing personal. The key points are Newton Law, whatever you do will back to you, like Karma does. Law of attraction coming to explain why I can get such friend. Lastly, the triadic closure is to show you the example of it in real life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: If I were you, I won\'t try it.