You Are Special

Itu merupakan tagline Circle K periode 7-20 february 2011. Yep, sekarang akan banyak banget ornamen-ornamen yang berwarna pink di mana-mana. Karena sekarang ini lagi musim Valentine, sebentar lagi Valentine akan datang.

Sebenarnya di dalam tulisan ini akan ada dua layer. Di mana layer pertama adalah kisah nyata, yang saya alami hari Selasa, dan di layer ke dua ada asumsi-asumsi yang bisa saya ambil dari serentetan peristiwa yang terjadi.

Hari selasa, hari ini di mulai dengan meeting dengan Paramabira, di mana kita ada terjadi clash point, dan akhirnya kita bisa meluruskan clash point tersebut.

Satu hal yang akan anda rasakan ketika anda tidak perlu menutupi hal yang umum,adalah anda akan merasa ringan. Sama seperti yang terjadi akhir-akhir ini, ketika saya mengirim email ke Audi, merespon final day. Dan saya kaget waktu melihat saya hanya sendiri untuk Closing Ceremony. Dengan gamblangnya saya balas, “kok cuma gw sendiri?”, terus Audi balas, “yee, kan ada teknisi”, terus gw balas lagi, “Oh iya ya. Padahal lagi ngelirik si PIC Auditorium Property…”, dan dia balas, “Kalau itu bisa diatur.”

Mungkin itu memang simple, tapi itu sangat berarti bagi saya, karena saya tidak harus bersikap malu-malu lagi. Dan untungnya Audi sangat baik, saya beruntung memiliki teman seperti dia.

Tadi ketika di sekre, saya bergabung dengan Dewi dan Tania. Di sana kita membahas apa aja, dan ketika Dewi blak-blakan membicarakan dia, maksudnya si uV sms Dewi, and so on…

Yang di sana kita melihat panitian OP. Dan di situ ada nama dia, dan kalau bisa jujur sih, saya tidak iri dengan dia, saya hanya tidak yakin dengan job desc dia, apa lagi staff-nya. Mungkin kalau dengan saya atau dengan siapa gitu, bisa lebih baik. Tapi ya sudahlah. Ini bukan masalah saya.

Yang jadi masalah adalah Tania juga berkomentar hal yang sama. Dan, kalau bisa dibilang, itu sebuah kebetulan yang lucu. Dan setelah itu saya sendiri pulang, lalu pergi lagi ke sekre, karena ada rapat. Dan di sana masih ada Dewi dan Tania.

Nah, di sini menurut saya yang lucu, sedikit lucu malah, ketika saya teringat tentang artikel yang kita bahas tadi, dan dengan spontan saya berceletuk, “Dew, gimana artikel tadi.”, dan ketika itu juga Dewi balas, “Si Jeremy sms gw nih, isinya sama! Dia sms lo ya? Atau janjian?” well… kalau boleh jujur sih, saya tidak ada menghubungi dia, jadi dengan apa saya bisa janjian? Tapi itu benar-benar suatu ketidak sengajaan. Bisa saja dikarenakan saya dan dia memiliki pemikiran yang sama.

Dan setelah itu, sebelum mulai rapat, kita (Audi dan Saya) beli makan, dan di luar dia bilang “Nis, lo beruntung banget yak? Bisa kerja bareng dia. Sumpah Nis, lo beruntung banget.” Nah, ini yang mungkin akan masuk di layer kedua tulisan ini.

Setelah itu, ketika rapat telah selesai, Audi nanyi “The Way You look at me” Christian Bautista. Dan saya coba membantu beberapa kata, lalu Audi menyeletuk “Nis, lo pas Cadre bareng Yoh ya?” Audi sampai mengulang pertanyaan itu sampai 2 kali baru saya mengerti, saking cepatnya dia ngomong.

“Eh, iya.” saya jawab, dan seketika itu juga, Audi histeris gimana gitu, terus beberapa saat setelah itu, Ko Yoh masuk, lalu saya bilang, itu dia penyanyinya. Yah, itulah segelintir kisah hari ini. Sekarang kita akan memasuki layer kedua dari tulisan ini.

Dimulai dari terpilihnya dia sebagai PIC Property Auditorium. Dan waktu itu saya sangat senang, saya fikir saya akan bisa menghabiskan waktu bareng dengan dia. Tapi malam ini, dini hari ini saya berfikir lagi, bisa aja dia tidak ada di Auditorium, bisa saja dia berkeliaran, dan saya diam di dalam Auditorium.

Balik lagi, seandainya kita memang dipasang di Auditorium, saya kaan menjadikan itu minggu terakhir untuk bersama dengan dia. Ya, minggu terakhir. Karena saya tidak mau tentang sebuah ketidak pastian ini dilanjutkan.

Dan, ketika bercengkrama dengan Dewi dan Tania tadi, kita membicarakan pulau Tidung. Dan Dewi merangkai sebuah cerita yang menurut saya aneh, karena saya sendiri tidak kepikiran bahwa saya akan ikut ke dalam acara OP ini sendiri.

Mungkin memang karena dia(uV) saya memberanikan diri untuk tidak ikut, tapi balik lagi saya mengincar quality time dengan teman-teman yang lain. Dia teman atau tidak, saya tidak peduli, saya hanya ingin menghabiskan waktu bareng dengan teman saya… Saya rasa itu yang harus saya bayar, karena bagaimanapun juga, saya lebih senang dengan teman saya, karena kita interaksinya jauh lebih nyata dari pada interaksi saya dengan dia.

Ketika saya menulis ini, tidak sengaja lagu “When You Love Someone – Endah n Rhesa” terputar. Lagi-lagi kata itu sangat menusuk…

When you love someone, just be brave to say. –> I do love someone, but do I have to tell him?

That You want him to be with you

When you hold your love, don’t ever let it go,

or you will lose your chance.

NOW. I don’t care about it. But, to erase my pain, I’ll tell him, but just in here.

Jer, I love you, since October 18th 2010. I don’t know what’s wrong with me, or you. But, my heart says that I want you. And perhaps you’ll be fine after this. 🙂

babay… 🙂

Reply

error: If I were you, I won\'t try it.
%d bloggers like this: